Ini hanyalah sebuah cerita yang kami himpun dan hasil wawancara dengan masyarakat dari berbagai kalangan .tentang pendapatnya mengenai Pesona Garut dan Tempat Wisatanya,, karena itu tulisan ini berjudul Pesona Garut Stories.
Setelah kami mencoba mengimpun data dan pendapat dari masyarakat tentang Tempat Wisata di Garut yang bernama Candi Cangkuang, ternyata pada umumnya mereka sangat mendukung sekali jika objek wisata ini bisa dikembangkan lebih baik lagi, sehingga bisa menyedot pengunjung yang datang kota ini.
Namun memang tak gampang untuk bisa mengembangkan sebuah wahana wisata di kota ini. Selain biaya yang tidak sedikit, kita juga mesti mengembangkan pelayanan kepada tamu yang harus diperbaiki lagi.
Peninggalan candi di Jawa Barat amat jarang, tapi salah satunya yang cukup menonjol yakni Candi Cangkuang di Garut Jawa Barat. Candi Hindu ini berada di Kp Pulo di Cangkuang. Karenanya candi yang disebutkan dibangun pada abad ke 8 ini dinamakan Candi Cangkuang.
Lokasi Candi Cangkuang ini tak jauh dari pusat kota Garut. Ada banyak penunjuk jalan untuk sampai ke lokasi candi ini. Namun, mesti menyeberang danau dengan memakai rakit untuk sampai ke situs bersejarah Candi Cangkuang.
Candi ini boleh dibilang cukup misterius. Tak jelas, apakah candi ini bagian dari peninggalan sebuah kerajaan atau bukan. Di tatar Sunda, kerajaan tertua yakni kerajaan Tarumanegara pada abad ke 7. Tak jelas juga apakah ada kaitan antara candi Cangkuang dengan kerajaan itu.
Konon, Candi Cangkuan ini merupakan masih ada kaitan dengan Candi Jiwa di Karawang dan candi di pegunungan Dieng yang sezaman. Candi ini cukup terawat. Banyak pengunjung yang duduk-duduk dan sekedar berfoto. Lokasi candi yang dikeliling pohon-pohon besar memang membuat suasan sejuk dan teduh.
Candi Cangkuang ini memang relatif sederhana motifnya. Di tengah candi tersimpan sesosok patung yang tengah mengendarai sapi. Nah, banyak pengunjung yang entah mengapa menaruh uang di atas patung yang disekelilingnya dipagari besi.
Candi ini ditemukan pertama kali berdasarkan catatan peneliti Belanda. Dalam catatan itu tertulis adanya temuan batuan dan patung, serta sebuah makama kuno. Para peneliti Indonesia berbekal catatan itu kemudian mencari dan menemukan Candi Cangkuang.
